Sebuah Keputusan

28 06 2008

‘Keputusan’, sebuah kata benda yang berasal dari kata dasar berupa kata sifat yaitu ‘putus’. Dalam bahasa Indonesia, secara harfiah kata ‘putus’ berarti menunjukkan sebuah kondisi dari suatu hal dimana sebelumnya bersambungan atau merupakan suatu kesatuan kemudian menjadi terpisah atau menjadi 2 hal yang memiliki jarak dan terdapat pembatas diantaranya. Hingga ketika ditambah dengan awalan ‘ke-‘ dan akhiran ‘-an’ dapat diartikan menjadi sebuah hal yang menjadi pemisah atau pembatas.

Oleh karena merupakan pemisah atau pembatas, sebuah keputusan menjadi suatu hal yang sangat penting keberadaannya. Karena pemisah atau pembatas ini sangat diperlukan untuk membuat suatu kondisi menjadi tidak terbatas, yang menyebabkan kondisi tersebut menjadi hampa tanpa batas ruang dan waktu, hingga seakan menjadi abadi. Sedangkan dalam hukum alam nyata, tidak ada sebuah kondisi yang abadi. Sebuah kondisi  akan dapat ideal jika memiliki batas ruang dan waktu. Batas tersebutlah yang mengakibatkan adanya perbedaan serta pergerakan. Adanya perbedaan akan mempertegas identitas suatu hal dan adanya pergerakan akan memperlihatkan suatu perubahan.

Dari sedikit uraian diatas dapat disimpulkan bahwa adanya sebuah ‘keputusan’ – dalam alam nyata – sangat diperlukan untuk membuat suatu hal yang bersambungan atau menyatu menjadi memiliki batas dan jarak diantaranya. Adanya batas dan jarak memang akan menimbulkan gesekan diantara 2 kondisi yang telah tidak bersambungan tersebut. Tetapi dampak yang muncul dari timbulnya gesekan tersebut dalam jangka waktu yang singkat atau lambat akan berskala besar. Dampak ini merupakan tuntutan dari hukum alam nyata berikutnya setelah perbedaan, yaitu perubahan.

Itulah mengapa sebuah ‘keputusan’ menjadi sebuah hal yang sangat sulit untuk dibuat. Perubahan yang signifikan cepat atau lambat hampir dapat dipastikan akan dirasakan, baik itu positif maupun negatif. Hanya dengan kebijaksanaan dan ketegasanlah perubahan yang diharapkan akan dapat diraih.


Tindakan

Information

Satu tanggapan

23 07 2008
Farida Nurhasanah

“Hanya dengan kebijaksanaan dan ketegasanalah perubahan yang diharapkan dapat diraih”

Semoga “perubahan yang dimaksud disini adalah perubahan ke arah yang lebihbaik bukan sebaliknya. karena berubah tidak selalu identik dengan “lebih baik”

Karena kebijaksanaan adalah salah satu mata air kebaikan

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.