Pernikahan

23 06 2008

Pernikahan, saat sepasang manusia berkomitmen menjalankan hidup bersama, membentuk sebuah institusi terkecil dalam struktur masyarakat dengan melahirkan generasi-generasi baru yang akan terus melanjutkan hidup. Pernikahan pun merupakan moment manusia memulai sebuah hidup baru karena dengannya manusia memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang lebih disempurnakan, yaitu sebagai keluarga.

Oleh sebab itu, sering kali pemuda atau pemudi merasa perlu menunda pernikahan dengan alasan belum siap, terutama secara mental. Padahal tidak ada tolak ukur yang jelas mengenai batas kesiapan itu. Yang dibutuhkan adalah sebuah keberanian. Dengan keberanianlah semua tanggung jawab dan kewajiban dijalankan dengan baik.

Pernikahan atau berkeluarga juga merupakan bagian dari tujuan hidup yaitu ibadah. Hingga dalam menjalankannya penuh dengan keikhlasan. Dengan begitu, keluarga juga memiliki kewajiban membawa pesan dakwah kepada masyarakat. Bahkan dengan kesatuan tujuan untuk ibadah, 5 faktor yang membuat keluarga menjadi harmonis pun akan timbul dengan sendirinya. Kelima faktor itu, yaitu :

- Komitmen

Komitmen merupakan titik awal dari sebuah pernikahan. Bahwa sepasang manusia akan menjalankan hidup bersama dan membentuk sebuah keluarga. Dengan komitmen yang terus dijaga, bagaimanapun kondisinya setiap pasangan berusaha terus menjalaninya bersama. Untuk itu, disinilah dituntut persamaan visi diantara keduanya.

- Saling Menghargai.

Dalam menjalani hubungan, tentunya harus didasari dengan rasa saling menghargai, tidak ada tindakan yang berkesan superioritas hingga tidak ada pihak yang tertindas. Masing-masing menyadari dan memahami hak dan kewajibannya. Dengan saling menghargai ego masing-masing pun dapat diminimalisir, hingga tercipta sebuah kompromi terhadap berbagai masalah.

- Komunikasi

Komunikasi dapat memperkuat hubungan. Masing-masing pasangan tahu dan mengerti apa dan bagaimana pasangannya itu. Berbagai permasalahan pun dapat dilebur bersama dan bahkan dapat diselesaikan bersama dengan komunikasi.

- Sabar

Manusia tidak ada yang sempurna. Terkadang terdapat hal yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, maka dibutuhkan kesabaran untuk menghadapinya.

- Tawakkal

Selalu memohon petunjuk pada Yang Maha Besar.

Dengan ke-5 faktor tersebut serta keikhlasan beribadah, pernikahan akan mewujudkan sebuah keluarga yang mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik dan bisa menjadi teladan bagi masyarakat sebagai wujud penyampaian dakwah. Bahkan dalam hal regenerasi, keluarga memiliki tanggung jawab untuk mencetak generasi-generasi baru yang cerdas dengan akhlak yang mulia.